Kamis, 27 Oktober 2016

27 Oktober 2016

Love secret song. Sesorean ini lagu ringan dari little mix memenuhi kepalaku. Lagunya serasa keren bingit. Mungkin karena tergolong selera musikku. Mungkin karena keseringan dengar. Entahlah. Next disusul starving yang penyanyinya entah siapa lupa.
Dengar musik itu bikin fresh sama seperti nonton ya Blog... ^^

Besok jumat, kak Utti pindah kerja tanggal baru nanti. Fulltime pagi sampai sore. Mau gimana lagi... Harus berangkot ke kampus mulai minggu depan... nggak bisa pinjam2 kendaraannya lagi. Jalan kaki ke perahu dari perahu jalan lagi ke jalan raya, lanjut angkot jalan dikit naik angkot lagi. Pulangnya serupa. 4 kali seminggu.
Aku sih gak masalah blog.... Tapi yang begitu bisa makan waktu sejam sampai sejam setengah... Yang artinya dua hingga tiga jam waktuku habis untuk dijalan... Mikirinnya aja sudah lelah... Baiklah jangan dipikirkan. Mudahan bulan selanjutnya atau tahun depan udah bisa pakai kendaraan sendiri lagi.

Ohhiya baru2 ini aku pakai produk pemutih drpure. Sudah tiga hari rutin. Apa yang terjadi? My face is on fire. Drpure ini terdiri dari tiga, daycream nightcrean dan sabunnya. Untuk cream everything is fine, rasanya agak panas sih tapi gak sepanas itu kok. Yang gokil itu sabunnya gilakkk, hot chili waktu dipakai. Bahkan setelahnya masih panas juga. Hhuhuuu... Aku bahkan hampir nangis di motor perjalanan pulang dari kampus tadi. Waktu itu hujan, air dan angin yang menerpa wajah seolah bara. Rasanya mau mundur tapi wajah sudah terkelupas gini sebagian, kan gak mungkin lagi. Jadi diterusin aja. Demi menjadi beautiful swan kampret, harus semenyakitkan ini. Ndak bisaka terlalu tegar blog, ndak pernahka apa2i mukaku bella. Jadi pas begini yaa cengeng2ji bisanya.
Selamat tinggal wajah natural, wajah putih otw yaa hati2 di jalan :D

Besok ada agenda.... Tp belum yakin... Jd paginya mau jogging dulu terus lanjut ambil berkas pengesahan di SD terus ambil Baju, terus packing semuanya, kirim, baru deh ke agenda utama. Okeh blog, next time di lanjut.

Selasa, 25 Oktober 2016

Tapi aku tak sekuat itu


Tapi aku tak sekuat ituuu....
Kupikir aku sudah mati rasa karena tak merasakan apapun.
Namun nyatanya hari ini semua rasa sakit muncul saat aku mulai memikirkannya.
Aku tak kuasa blog....

Semalam.
Adalah salah satu momen seram yang pernah terjadi padaku.
Waktu menunjukkan pukul 23 wita lewat. Aku baru pulang dari warkop yang berada di Jl. Boulevard. Perjalanan pulang hingga ke perahu membuatku selalu was-was. Tentu saja karena aku seorang wanita. Tak ada yang tahu apa yang bisa terjadi. Dari perahu ke rumah, meskipun aku sudah merasa aman, namun suasana horror menemani sepanjang jalan. Pencahayaan yang kurang, langit gelap sisa hujan panjang hari itu, serta sepinya suasana desa. Semua penghuni rumah kecuali Rio sudah tertidur pulas. Dia yang membukakanku pintu.

Dingin masih menyelimuti kaki dan sekujur tubuhku. Segera kulepaskan jaket dan jilbab yang kukenakan dengan bayangan indah hangatnya selimut dan tempat tidur. Malam itu aku lelah. Selelah tukang bangunan yang habis bekerja. Padahal jika dipikir tak banyak hal yang kulakukan hari itu. Detik jam masih berputar. Dengan terburu-buru kulakukan semua dengan segera.
Sialnya, keterburu-buruan itu justru membuatku jatuh di kesalahan yang sama.

Sekali lagi karena genangan air, kali ini sisa tetesan hujan dari atap yang bocor.
Meluncur di depan pintu kamar mandi dan tertidur namun tak tidur. Aku bahkan bisa mendengar benturan keras saat itu. Pertemuan tak bersahabat antara kepalaku dan tegel lantai T.T sangat menyakitkan bagiku membicarakannya dibanding merasakannya, blog.

Syukurlah tak ada yang menyadarinya. Aku bangkit, namun tak merasakan sakit fisik yang begitu mendalam. Padahal yakin waktu itu terjatuh cukup keras dimana lengan, betis, punggung dan kepalaku menjadi korban. Tapi sudahlah, bukankah seharusnya bersyukur saat kita justru diberi kesehatan kekuatan seperti itu? hhehee.

Kemarin berlalu... Hari ini tiba. Sejak terburu-buru karena kelas pagi, aku memang sudah merasakan ada yang aneh padaku. Tapi gak sempat mikir karena apa. Dan tepatnya di jalan pulang tadi aku sadar keanehan itu adalah rasa sakit yang baru muncul akibat terpeleset kemarin... Hhuaaa
Rasa di lengan, ada sakit-sakitnya gitu, ini ngetik juga sampai capek2. Betis enggak terlalu, punggung juga gak terlalu, yang paling parah itu di kepala. Disentuh sakit, ndak disentuh juga sakit T.T moka istirahat paeng. Bye blog.

Rabu, 19 Oktober 2016

19 Oktober 2016

Aku hampir merasa sebagai tokoh dalam tulisan dwit*****. Membaca tulisan-tulisannya seperti menyinggungku...

Sesak blog... Seperti ada yang tak terselesaikan. Seolah "sampai kapanko mau tahanki". Padahal ini sudah diakhiri ratusan tahun silam. Sedihku... naik berat badanku... Selaluka makan malam terus tidur... Akhirnya dimotivasika lagi sama marini diet pisang. Makanmitu terus pisang kayak monyet. Tapi iyo paeng ndakpapaji monyet dulu. Terus nanti jadi beautiful swan.

Duka lainnya.... Datok Nombong meninggal siang tadi. Hujan siang itu seolah mewakili kesedihan atas kehilangan. Aku tak sedih atas kepergiannya. Yang membuat sedih itu adalah orang-orang yang ditinggalkan. Utamanya Nenek Ratu.
Karena yang aku yakini saat anak2 sudah cukup dewasa dan meninggalkan orang tuanya, yang akan saling bertahan adalah kita bersama pasangan. Saling menjaga saling mengasih. Walaupun anak-anak pasti akan melihat kita, tapi ini tidak seperti pasangan kita yang selalu ada dalam keadaan apapun.
Aku kenal mereka berdua. Selalu bersama di rumah itu.

Untuk luka, cepatlah sembuh.
Untuk duka, cepatlah memudar.

***
Yang lainnya, Kejuaraan renang kramsi unhas sudah di depan mata. 21-23 Oktober.

Selasa, 11 Oktober 2016

11 Oktober 2016

Hari ini duka.
Tadi sepulang kuliah, aku disambut nenek dengan wajah muram.
Kupikir kenapa, ternyata ada yang mati.
Satu lagi anak kambing kesayangan nenek yang hidupnya berakhir.
Karena serangan hewan lain.

Bingung mau sedih atau ketawa, blog.
Sedihnya karena teringat minggu2 yang dijalani nenek menjaga anak kambing itu. Kambing yang bikin ketawa karena selalu sibuk bersama saudaranya naik motor yang diparkir, yang kadang masuk rumah sampai naik tangga, yang kadang intipin di kamar, yang sering buang kotoran di teras sampai bikin seisi rumah marah, juga yang sering teriak mbee mbee bikin malu karena kedengaran sampai di telepon.
Lucu pengen ketawanya karena liat ekspresi nenek tadi... Suram, blog. Kayak kehilangan gimana gitu. Tapi memang sih, saking sayangnya nenek sama kambingnya biasanya tengah malam nenek bakalan relain keluar buat cek kalau2 induk kambing datang mau nyusuin anaknya.

Dari sisi manusiawinya sih, udah gak papa wajar kok. Namanya mati sudah pasti.
Dari sisi ekonomi, hilangmi passawallanga... Kan dipelihara memang untuk menghasilkan.
Pribadi, frekuensi suara mbee2 tiap malam akhirnya berkurang. HHohohh.

Dilema bingit ini blog tentang sebentar. Kuliah pagi buta, kendaraan gak ada. Rio kerja, Utti mau pergi kontrol Tania, Tanta Oda masuk pagi, yahh mudahan di sebelah ada kendaraan kosong. Tapi Tantab So'na mengajar, Tta Gappa kerja. Keduanya mungkin dipakai. Bentarpi dipikir lagi deh.

Ahh hal sedih lainnya. Datok Nombong adalah saudara dari Kakek. Keadaannya kurang sehat sudah hampir dua minggu. Beliau sesak napas dan tak bisa bergerak dari tempat tidur. Sepertinya tak lama lagi... Ahh kehidupan...

Senin, 10 Oktober 2016

10 Oktober 2016

Hhihihhahahaa. Minggu mid. Belajar tapi ndak fokus2.
Ini apaan lagi. Hilang ingatanka, Blog.
Aduh, serius, apa dik berhari2 terakhir. Pokoknya itulah...

Kak Utti cari kerjaan lain lagi. Ohh iya! kemarin kuantarki melamar. Dekatnya SMA 6, masuk di tol motorka lol ditahanki iya sama petugas di tol. Dipanggilkan PJR (Patroli Jalan Raya), untung lengkapji jadi di arahkanki keluar tol... Dan kembali berjelajah mandiri mencari lokasi itu. Finally ketemu. Terima kasih waze. Meskipun rute awalnya menyesatkan karena kasih jalur tol.

Ndak bawelka seng hhohohoo. Ndak ada ide bella mau nulis apa. Ini kayak krikkrikkrik gitu ngetiknya. Apa pengaruh hujan diluar, apa pengaruh perut yang selalu lapar, mungkin...
Kalu begitu sudahlah. Next time lagi deh...oooooo iya! ada anu baru paeng...

I meet this girl, Migomes. She's beautiful as usual, has lose some weight dan tak banyak berubah. Dia masih seperti dulu. Konyol dan selalu tegar. Dia gadisku yang pernah memberi kekuatan.

Kemudian ada Marini yang merasa kalau nama "Marini" terlalu panjang bila disebut. But i like it, I prefer to call her "Marini" or "Rin" rather than "Rini". Akhirnya dia berbahagia gitu. Falling in love level tinggi.
Tapi banyak bingit yang nalangkahi. Sangat false. Pertama kriteria, pada postingan kita bertahun lalu, dan dibandingkan dengan saat ini (....). Kedua asal, Marini pernah bercita2 punya pasangan dari luar negeri, bule hunter bangetki waktu itu. Ketiga, siapamitu yang katanya ndak mau pacaran, maunya ta'aruf langsung nikah hah?! dasar Marini, kemana semua standar itu... Lol...
Tapi bagaimanapun, melihat matanya bersinar2 bicara tentang bahagianya bikin bahagia jugaka ^_^

Sabtu, 08 Oktober 2016

Saatnya Membangun Indonesia menggunakan TIK sebagai Budaya Global

"Membangun Indonesia" mengingatkan pada sebuah kuliah yang pernah kuikuti. Kuliah Pembangunan Ekonomi bersama dosen terindah dengan kontrak kuliahnya yang begitu egois. No tolerance, no excuse. Tapi sikap tegasnya inilah yang menurutku terbaik. Untuk ukuran mahasiswa malas, kontraknya yang egois mau tidak mau memaksaku untuk selalu memperhatikan kuliahnya. Ditambah seseorang pernah bilang padaku, bahwa beberapa hal baik memang perlu untuk dipaksakan dan Alhamdulilah materi bisa dipahami. Yah walaupun sekarang sih sudah lupa lagi #eh. Sedikit informasi, dalam kuliah Pembangunan Ekonomi ini dijelaskan mengenai konsep pembangunan (development). Nah pembangunan ini selain ekonomi, salah satunya mencakup tentang pendidikan dan teknologi (Alexander 1994). Uwwaahh mahasiswa akhir, gaya tulisan sok pakai sumber gitu :D hhohohh. Oke, fokus, jadi jelas kalau teknologi itu bagian penting dalam pembangunan. Berlaku juga untuk Pembangunan Indonesia.

Dalam hal teknologi informasi dan komunikasi (selanjutnya kita sebut TIK) khususnya internet, menurut data Juni 2016 yang diambil dari Internet World Staat ternyata pengguna internet Indonesia adalah sebesar 34,1 % dari 250 juta penduduk Indonesia dan termasuk empat besar negara pengguna internet terbanyak di Asia. Lumayanlah, kelihatannya Indonesia bukan negara yang gaptek-gaptek banget. Dan yakin, peningkatan penggunaan TIK di Indonesia masih akan terus berkembang seiring waktu. Mengikuti arus global hingga limit yang tak diketahui. Bahkan mungkin sampai seperti kejadian di film Transcendence. Belum nonton? nonton dulu sanah.

Baru-baru ini aku ikut seminar marketing online di Makassar. Disana kita diperlihatkan betapa mudahnya melakukan kegiatan ekonomi hanya dengan bermodalkan pengetahuan TIK. Benaran mudah saudara-saudaraku! bahkan saat tak punya modal materi sekalipun. kita cuma perlu menggunakan internet dan perangkat yang terhubung seperti laptop, komputer ataupun handphone dimana generasi sekarang hampir semua orang punya. Serius, bahkan aku kenal kakek-kakek renta yang cukup gaul menggunakan internet dalam kesehariannya. Intinya dari seminar itu aku bisa menyimpulkan kalau teknologi informasi dan komunikasi adalah sebuah peluang besar bagi Indonesia. Sebuah peluang yang melahirkan budaya global pada generasi kini dan nanti.
Sebagai satu dari delapan milyar penduduk dunia yang juga ikut berkontribusi menggunakan TIK, pribadi cukup puas dan merasakan begitu banyak manfaat. Walaupun manfaatnya belum membuat sekaya Bill Gates atau Mark Zuckerberg, tapi bisalah membuatku hingga melewati delapan semester di kampus dengan aman. Mahasiswa dan pelajar pasti mengerti maksudnya. Hhee.
Sebagai harapan, penggunaan dan penciptaan teknologi-teknologi informasi dan komunikasi selanjutnya harus lebih kreatif dan fleksibel. Mindset penduduk Indonesia harus lebih terbuka terhadap budaya global. Tidak ada yang benar-benar sulit jika kita menginginkannya. Sebuah pembicaraan tentang aplikasi berbayar, seseorang pernah bilang kalau setiap yang berbayar pasti ada gratisnya. Jadi jangan terpaku oleh keterbatasan. Selalu ada cara untuk mengembangkan kemampuan. Mari membangun Indonesia melalui Teknologi Informasi dan Komunikasi.

Jumat, 30 September 2016

Tuan dari Masa Lalu

I have no more feelings about him. Jika ia sudah terlalu tua dan kekasihnya masih belum siap menikah, itu bukan urusanku. Jangan tanya pendapatku dan jangan berharap apapun padaku. Jengkelka blog... Apa yaa... Hanya saja kalau diingatkan kembali rasanya itu kayak gimanaa gitu. Bukan baper tapi lebih ke arah kesal. Karena waktu itu, yang paling banyak bersedih karena patah hati adalah aku, blog. Dia seperti ga ngerasain apapun. Seolah yang rasa sukanya paling banyak itu ya cuma aku sendiri. Tapi waktu berlalu, kita menjalani hidup masing2 tanpa pernah lagi saling kontak ataupun mengenang yang lalu,

Sebut dia Presdir (nama samaran). Tuan yang mendorongku untuk ngeblog pertamakali namun namanya tak pernah ada di blog, yang begitu murah untuk membagi ilmunya, yang suka marah2, yang apa lagi ya... Enam tahun berlalu itu tidak singkat dan aku sudah banyak lupa tentangnya. Yang tersisa tinggal hubungan kekeluargaan.

Baru-baru ini tetangga yang sekaligus tanteku (yang usianya lebih muda dariku T.T), menyinggung2 nama Presdir. Seharusnya tak ada yang aneh mengingat Presdir adalah anak angkat saudara mertuanya. Dan mertuanya ini adalah saudara dari suaminya nenek. Jadi... Yes, we're family, keluarga besar dari garis2 keturunan yang ribet kalau kupikirkan. You knowlah blog, aku tak suka berpikir berat kecuali itu soal yang menarik.
Isi singgungannya itu cukup jelas ke arah mana. Dahulu kala, konon, ibu angkat presdir yang notabene adalah nenekku juga, mengisyaratkan sebuah perjodohan antara kami. Itu yang disampaikan nenek padaku. Isu ini muncul setelah aku dan Presdir sudah berada dalam sebuah "hubungan". Meskipun tak merahasiakannya, tp kami juga tak pernah mengumbar2 hubungan itu. Nah loo kok mereka bisa pada tau ya (masih misteri bagiku).

Aku dan Presdir berakhir, ia bertemu gadis baik lainnya yang jika kubandingkan dengan diriku... ahh, gadis itu sangat sempurna; cantik, pintar, bertalenta. Bikin minder. Isu pun tenggelam. Yang kutahu sekarang mereka masih bersama. Dari yang kudengar, si perempuan belum mau menikah, masih ingin menyelesaikan pendidikannya, sementara orang tua Presdir kawatir dengan usia anaknya yang sudah terbilang matang. Kalau dipikir... apa coba kurangnya... Presdir itu cerdas, jago dalam banyak hal, dewasa tentu saja, mapan jelas, fisikly not bad... Masalah keyakinan, dulu sih dia nggak religius2 amat... Tapi mungkin sekarang dia sudah berubah, entahlah, people change.
Yang bikin jengkel lainnya, waktu disampaikan seperti itu seolah aku adalah pilihan, cadangan gitu. Iiihhhh keki blog. I have my own. Setidaknya aku berharga dan satu2nya terhadap seseorang di sana. Yang mungkin sedang sebal dan kecewa membaca post ini. Maafkeun kasih ^.^ u're the the only one for me *Cuitcuit. Love love. See ya blog, nanti lagi yah.